1. Fokus pada Hasil yang Diinginkan, Bukan Rumus Teknis
Jelaskan apa yang ingin kamu capai beserta tujuannya, daripada mendikte detail teknis yang belum tentu kamu kuasai. Contoh:
- Kurang efektif: "Tolong buat function for loop di JavaScript untuk parse file CSV."
- Lebih efektif: "Saya punya file data-penjualan.csv. Tolong buatkan skrip sederhana untuk menghitung total penjualan per kota dan simpan hasilnya ke ringkasan.csv."
2. Beri Contoh Input dan Contoh Output yang Diharapkan
AI berpikir jauh lebih terarah ketika melihat contoh nyata. Jika kamu ingin merapikan tabel atau membuat formulir, berikan cuplikan 2-3 baris data awal dan tunjukkan tampilan hasil yang kamu inginkan.
3. Jangan Ragu Mengulang Sesi dari Awal (/new)
Jika asisten AI mulai berputar-putar dan mencoba memperbaiki eror namun masalahnya justru melebar, segera ketik /new atau /clear. Mulai sesi obrolan baru yang bersih dengan merangkum kembali apa yang sudah berhasil dan apa yang masih kurang. Sering kali memulai ulang dengan konteks yang ringkas jauh lebih cepat daripada memperbaiki percakapan yang sudah kepanjangan.
4. Pecah Tugas Menjadi Potongan Kecil
Hindari meminta AI membuat aplikasi raksasa dalam satu kalimat prompt. Mulai dari fondasi tampilan, lalu tambahkan logika tombol, kemudian hubungkan ke penyimpanan data. Verifikasi setiap langkah sebelum melanjutkan ke fitur berikutnya.